BAB THOHAROH

THAHARAH (BERSUCI)
Fasal Satu / Thaharah
Tanda-tanda baligh (mencapai usia remaja) seseorang ada tiga, yaitu:
  1. Genap berumur lima belas tahun bagi seorang laki-laki dan perempuan.
  2. Bermimpi (junub) bagi laki-laki dan perempuan ketika melewati umur sembilan tahun.
  3. Keluar darah haidh sesudah berumur sembilan tahun (khusus bagi perempuan)
NB: Hitungan tahun yang dimaksud di sini adalah tahun hijriyah bukan tahun masehi
فصل - شروط إجزاء الحَجَرْ ثمانية: أن يكون بثلاثة أحجار، وأن ينقي المحل، وأن لا يجف النجس، ولا ينتقل، ولا يطرأ عليه آخر، ولا يجاوز صفحته وحشفته، ولا يصيبه ماء، وأن تكون الأحجار طاهرة
Fasal Dua / Thaharah
Syarat boleh menggunakan batu untuk beristinja ada delapan, yaitu:
  1. Menggunakan tiga buah batu. (atau sebuah batu yang mempunyai tiga bagian/sisi)
  2. Mensucikan tempat keluar najis dengan batu tersebut.
  3. Najis tersebut tidak kering.
  4. Najis tersebut tidak berpindah.
  5. Tempat istinja tersebut tidak terkena benda yang lain sekalipun tidak najis.
  6. Najis tersebut tidak berpindah tempat istinja (lubang kemaluan belakang dan kepala kemaluan depan) .
  7. Najis tersebut tidak terkena air .
  8. Batu tersebut suci.
فصل - فروض الوضوء ستة: الأول:النية ، الثاني : غسل الوجه ، الثالث: غسل اليدين مع المرفقين ، الرابع : مسح شيء من الرأس ، الخامس : غسل الرجلين مع الكعبين ، السادس :الترتيب
Fasal Tiga / Thaharah
Rukun wudhu ada enam, yaitu:
  1. Niat.
  2. Membasuh muka
  3. Membasuh kedua tangan serta kedua siku.
  4. Menyapu sebagian kepala.
  5. Membasuh kedua kaki serta kedua mata kaki
  6. Tertib (berurutan)
فصل - النية : قصد الشيء مقترنا بفعله ، ومحلها القلب والتلفظ بها سنة ، ووقتها عند غسل أول جزء من الوجه ، والترتيب أن لا يقدم عضو على عضو
Fasal Empat / Taharah
Niat adalah menyengaja suatu (perbuatan) bersamaan dengan melakukan bentuk suatu perbuatan tersebuat. Niat tempatnya d idalam hati. Adapun mengucapkan lafadz niat tersebut hukumnya sunnah, dan waktu niat wudlu ketika pertama membasuh sebagian muka. Adapun tertib yang dimaksud adalah tidak mendahulukan satu anggota terhadap anggota yang lain (sebagaimana yang telah tersebut)
فصل - الماء قليل وكثير : القليل مادون القلتين ، والكثير قلتان فأكثر. القليل يتنجس بوقوع النجاسة فيه وإن لم يتغير . والماء الكثير لا يتنجس إلا إذا تغيرطعمه أو لونه أو ريحه
Fasal Lima / Taharah
Air dibagi menjadi dua macam, yaitu: air sedikit dan air yang banyak.
Air sedikit adalah air yang kurang dari dua qullah .Dan air yang banyak itu adalah yang sampai dua qullah atau lebih. (Ada yang berpendapat bahwa dua kulah adalah sama dengan ukuran panjang x lebar x tinggi = 60 cm x 60 cm x 60 cm)
Air sedikit akan menjadi najis dengan sebab tertimpa najis kedalamnya, sekalipun tidak berubah. Adapun air yang banyak tidak akan menjadi najis kecuali jika air tersebut telah berubah warna, rasa atau baunya.
فصل - موجبات الغسل ستة: إيلاج الحشفة في الفرج ، وخروج المنى والحيض والنفاس والولادة والموت
Fasal Enam / Taharah
Hal yang mewajibkan mandi ada enam, yaitu:
  1. Memasukkan kemaluan (kepala dzakar) ke dalam farji (kemaluan) perempuan.
  2. Keluar air mani.
  3. Keluar darah haidh (datang bulan).
  4. Keluar darah nifas (darah yang keluar setelah melahirkan).
  5. Melahirkan.
  6. Mati selain mati syahid
فصل - فروض الغسل اثنان : النية ، وتعميم البدن بالماء
Fasal Tujuh / Taharah
Fardhu - fardhu (rukun) mandi yang diwajibkan ada dua perkara, yaitu:
  1. Niat mandi wajib.
  2. Menyampaikan air ke seluruh tubuh dengan sempurna.
شروط الوضوء عشرة : الإسلام ، والتمييز ، والنقاء عن الحيض  والنفاس  وعما يمنع وصول الماء إلى البشرة ، وأن لا يكون على العضو ما يغير الماء الطهور ، ودخول الوقت، والموالاة لدائم الحدث
Fasal Delapan / Taharah
Syarat - syarat wudhu ada sepuluh, yaitu:
  1. Islam.
  2. Tamyiz (cukup umur dan ber’akal).
  3. Suci dari haidh dan nifas.
  4. Lepas dari segala hal dan sesuatu yang bisa menghalang sampai air ke kulit.
  5. Tidak ada sesuatu di salah satu anggota wudhu` yang merubah keaslian air.
  6. Mengetahui bahwa hukum wudhu` tersebut adalah wajib.
  7. Tidak boleh beri`tiqad (berkeyakinan) bahwa salah satu dari fardhu–fardhu wudhu` hukumnya sunnah (tidak wajib).
  8. Kesucian air wudhu` tersebut.
  9. Masuk waktu sholat yang dikerjakan.
  10. Muwalat (terus menurus dan tidak terputus/terpisah)
Dua syarat terakhir ini khusus untuk da`im al-hadats (orang yang selalu berhatas seperti perempuan yang sedang keputihan atau orangtua/uzur yang air kencingnya selalu keluar)
فصل - نوا قض الوضوء أربعة أشياء : الأول الخارج من أحد السبيلين من قبل أو دبر ريح أو غيره إلا المنى ، الثاني  زوال العقل بنوم أو غيره إلا نوم قاعد ، ممكن مقعده من الأرض ، الثالث التقاء بشرتي رجل وامرأة كبيرين من غير حائل ، الرابع  مس قبل الآدمي أو حلقة دبره ببطن الراحة أو بطون الأصابع
Fasal Sembilan / Taharah
Yang membatalkan wudhu` ada empat, yaitu:
  • Sesuatu yang keluar dari salah satu jalan kemaluan baik depan maupun belakang seperti angin dan lainnya, kecuali air mani. (keluar mani tidak membatalkan wudlu tapi mewajibkan mandi besar)
  • Hilang akal seperti tidur, gila, pingsan dan lain - lain, kecuali tidur dalam keadaan duduk rapat bagian punggung dan pantatnya dengan tempat duduknya, sehingga yakin tidak keluar angin sewaktu tidur tersebut.
  • Bersentuhan antara kulit laki–laki dengan kulit perempuan yang keduanya sudah besar, yang bukan muhrim baginya dan tidak ada penghalang antara dua kulit tersebut seperti kain dll. (Mahram/muhrim adalah orang yang haram dinikahi seperti saudara kandung).
  • Menyentuh kemaluan orang lain atau dirinya sendiri atau menyentuh tempat pelipis dubur (kerucut sekeliling) dengan telapak tangan atau telapak jarinya.
    فصل - من انتقض وضوؤه حرم عليه أربعه أشياء : الصلاة والطواف ومس المصحف وحمله 
     ويحرم على الجنب ستة أشياء: الصلاة والطواف ومس المصحف وحمله واللبث في المسجد وقراءة القرآن
    ويحرم بالحيض عشرة أشياء : الصلاة والطواف ومس المصحف وحمله واللبث في المسجد وقراءة القرآن والصوم والطلاق والمرور في المسجد إن خافت تلويثه والاستمتاع بما بين السرة والركبة
    Fasal Sepuluh / Taharah
    Larangan bagi orang yang berhadats kecil / batal wudlunya ada empat, yaitu:
    1. Shalat
    2. Thawaaf
    3. Menyentuh kitab suci Al-Qur`an 
    4. Membawa / mengangkat Al-Qur`an 
    Larangan bagi orang yang berhadats besar (junub) ada enam, yaitu:
    1. Shalat
    2. Thawaaf
    3. Menyentuh kitab suci Al-Qur`an 
    4. Membawa / mengangkat Al-Qur`an 
    5. I`tikaf (berdiam di masjid)
    6. Membaca Al-Qur`an
    Larangan bagi perempuan yang sedang haidh ada sepuluh, yaitu:
    1. Shalat
    2. Thawaaf
    3. Menyentuh kitab suci Al-Qur`an 
    4. Membawa / mengangkat Al-Qur`an 
    5. I`tikaf (berdiam di masjid)
    6. Membaca Al-Qur`an
    7. Puasa
    8. Cerai, karena itu, di larang suami menceraikan isterinya dalam keadaan haidh.
    9. Masuk ke dalam masjid sekalipun hanya untuk sekedar lewat jika ia takut akan mengotori masjid tersebut.
    10. Bersenang – senang dengan isteri di antara pusar dan lutut.
    فصل - أسباب التيمم ثلاثة: فقد الماء ، والمرض ، والاحتياج إليه لعطش حيوان محترم
    غير المحترم ستة : تارك الصلاة والزاني المحصن والمرتد والكافر الحربي والكلب العقور والخنزير
    Fasal Sebelas / Thaharah
    Sebab - sebab yang membolehkan seorang melakukan tayamum ada tiga hal, yaitu:
    1. Tidak ada air untuk berwudhu`.
    2. Terkena penyakit yang mengakibatkan tidak boleh memakai air.
    3. Ada air tapi hanya sekedar mencukupi kebutuhan minum manusia atau binatang yang muhtaram.
    (Muhtaram = dimuliyakan adalah manusia atau binatang yang tidak boleh dibunuh)
    Adapun selain muhtaram ada enam macam, yaitu:
    1. Orang yang meninggalkan shalat wajib.
    2. Kafir Harbiy (kafir yang memusuhi; kafir yang tidak ada perjanjian damai).
    3. Murtad. (keluar dari agama Islam)
    4. Penzina dalam keadaan Ihshan (orang yang sudah ber’aqad nikah yang sah).
    5. Anjing yang menyalak (tidak menta`ati pemiliknya atau tidak boleh dipelihara).
    6. Babi.
    فصل - شروط التيمم عشرة: أن يكون بتراب وان يكون التراب طاهرا وأن لا يكون مستعملا ولا يخالطه دقيق ونحوه وأن يقصده وأن يمسح وجهه ويديه بضربتين وأن يزيل النجاسة أولا وأن يجتهد في القبلة قبله وأن يكون التيمم بعد دخول الوقت وأن يتيمم لكل فرض
    Fasal Dua Belas / Thaharah
    Syarat–Syarat mengerjakan tayammum ada sepuluh, yaitu:
    1. Bertayammum dengan debu.
    2. Menggunakan debu yang suci tidak terkena najis.
    3. Menggunakan debu yang belum pernah di pakai sebelumnya.
    4. Debu harus murni dari campuran yang lain seperti tepung dan seumpamanya.
    5. Mengqoshod atau menghendaki (berniat) bahwa sapuan dengan tanah tersebut untuk di jadikan tayammum.
    6. Menyapu muka dan dua tangannya dengan dua kali usapan secara masing – masing (terpisah)
    7. Menghilangkan segala najis di badan terlebih dahulu.
    8. Berhati – hati dan bersungguh – sungguh dalam mencari arah qiblat sebelum memulai tayammum
    9. Bertayamum setelah masuk waktu shalat fardhu
    10. Bertayammum tiap kali sholat fardhu tiba. (satu tayamum hanya untuk satu kali shalat fardhu)
    فصل - فروض التيمم خمسة : الأول : نقل التراب ، الثاني : النية ، الثالث : مسح الوجه ، الرابع : مسح اليدين إلى المرفقين ، الخامس : الترتيب بين المسحتين
    Fasal Tiga Belas / Thaharah
    Rukun-rukun tayammum ada lima, yaitu:
    1. Memindah debu.
    2. Niat.
    3. Mengusap wajah.
    4. Mengusap kedua belah tangan sampai siku.
    5. Tertib antara dua usapan.
    فصل - مبطلات التيمم أربعة : ما أبطل الوضوء والردة وتوهم الماء إن تيمم لفقده 
    Fasal Empat Belas / Thaharah
    Perkara yang membatalkan tayammum ada tiga, yaitu:
    1. Semua yang membatalkan wudhu’.
    2. Murtad.
    3. Menyangka terdapatnya air, apabila dia bertayammum karena tidak ada air.
     فصل - الذي يظهر من النجاسة ثلاثة : الخمر إذا تخللت بنفسها . وجلد الميتة إذا دبغ وما صارا حيوانا 
    Fasal lima Belas / Thaharah
    Perkara yang menjadi suci dari yang asalnya najis ada tiga, yaitu:
    1. Khamar (air yang diperah dari anggur) apabila telah menjadi cuka.
    2. Kulit binatang yang disamak.
    3. Semua najis yang telah berubah menjadi binatang.
     فصل - النجاسة ثلاثه : مغلظة ومخففة ومتوسطة . المغلظة : نجاسة الكلب والخنزير وفرع أحدهما . والمخففة : بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين. والمتوسطة  سائر النجاسات
    Fasal Enam Belas / Thaharah
    Macam macam najis ada tiga, yaitu:
    1. Najis besar (Mughallazoh), yaitu anjing, babi atau yang lahir dari salah satunya.
    2. Najis ringan (Mukhaffafah), yaitu air kencing bayi yang tidak makan, selain susu dari ibunya, dan umurnya belum sampai dua tahun.
    3. Najis sedang (Mutawassithoh), yaitu semua najis selain dua yang diatas.

    فصل - المغلظة : تطهر بسبع غسلات بعد إزالة عينها ،إحداهن بتراب . والمخففة : تطهر برش الماء عليها مع الغلبة وإزالة عينها
    والمتوسطة تنقسم إلى قسمين: عينية وحكميه . العينية : التي لها لون وريح وطعم فلا بد من إزالة لونها وريحها وطعمها . والحكمية : التي لا لون لها ولا ريح ولاطعم لها يكفيك جري الماء عليها
    Fasal Tujuh Belas / Thaharah
    Cara menyucikan najis-najis:
    Najis besar (Mughallazoh), cara menyucikannya dengan membasuh sebanyak tujuh kali, salah satunya menggunakan debu, setelah hilang ‘ayin (benda) yang najis.
    Najis ringan (Mukhaffafah), cara menyucikannya dengan memercikkan air secara menyeluruh dan menghilangkan ‘ayin yang najis.
    Najis sedang (Mutawassithoh) terbagi dua bagian, yaitu:
    1. 'Ainiyyah yaitu najis yang masih nampak warna, bau, atau rasanya, maka cara menyucikan najis ini dengan menghilangkan sifat najis yang masih ada.
    2. Hukmiyyah, yaitu najis yang tidak nampak warna, bau dan rasanya, maka cara menyucikan najis ini cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis tersebut.
    فصل - أقل الحيض : يوم وليله وغالبة ستة أوسبع وأكثره خمسة عشرة يوما بلياليها . أقل الطهر بين الحيضتين خمسة عشرة يوما وغالبه أربعة وعشرون يوما أو ثلاثة وعشرون يوما ولاحد لأكثرة .أقل النفاس مجة وغالبة أربعون يوما وأكثرة ستون يوما
    Fasal Delapan Belas / Thaharah
    Darah haid yang keluar paling sedikit sehari semalam, namun pada umumnya selama enam atau tujuh hari, dan tidak akan lebih dari 15 hari. Paling sedikit masa suci antara dua haid adalah 15 hari, namun pada umumnya 24 atau 23 hari, dan tidak terbatas untuk masa sucinya. Paling sedikit masa nifas adalah sekejap, pada umumnya 40 hari, dan tidak akan melebihi dari 60 hari.

    0 komentar :

    Posting Komentar

    Cancel Reply

    Majelis Ta'lim Al-Fathah adalah salah satu majelis Pengajian Ilmu mulai tingkat dasar hingga menengah yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta.

    Kontributor

    Diberdayakan oleh Blogger.